Mengenal Karamba Kore

Kamis, 14 Desember 2017


Teri Tara Suku olahan makanan dari ikan teri asal Kore, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima diminati sebagai buah tangan atau oleh-oleh asli dari Kore yang mulai diminati wisatawan lokal maupun asing, selain purupela dan madu. Kore yang hasil lautnya melimpah khususnya berupa ikan teri, mendorong masyarakat disini untuk memasarkan di luar Kota, dan sampai saat ini sudah berjalan tiga tahun, kata salah satu Ibu-ibu yang sedang menjemur teri.


Dia mengatakan bahawa teri di Kore ada dua macam yang sangat di cari oleh konsumen yaitu teri serpi dan teri tara suku, teri serpi di jual 50 ribu per embernya, sedangkan tara suku di julan dari 70 ribu hingga 100 ribu perembernya. Ia mengungkapkan bahwa olahan teri ini dibuat secara tradisional atau masih menggunakan tangan manusia (manual) tanpa ada pengawet, meskipun semua prosesnya dijamin bersih, dalam bahasa Bima teri di sebut Karamba.

Ikan teri hasil tangkapan nelayan Kore tersebut kemudian dijemur supaya kering. Ikan teri tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, melainkan lebih banyak untuk dijual. ”Dijual dalam kondisi kering lebih mahal daripada dijual ketika baru diambil dari jaring. Hasilnya banyak laku di pasar.
"setiap harinya di Kore menghasilkan teri dari 1 ton hingga 5 ton" kata Iwan salah satu nelayan Kore pada KM Samparaja, kamis (26/3/2015) kemarin.

Dia mengungkapkan, akan berencana memasarkannya ke luar daerah meskipun sudah banyak peminatnya, mengingat ini merupakan buah tangan sehingga lebih baik mereka yang memesan harus datang ke Kore. Dia menjelaskan bahwa selama ini hasil teri semakin banyak, dan permintaan konsumen berdatangan dari berbagai tempat dan luar kota.

0 komentar:

Posting Komentar

 
sanggar © 2012 | Designed by Bubble Shooter, Wisata Tentang Sanggar , Silsillah and Budaya dan Sejarah