Stempel Raja Maulana Sulaiman Kerajaan Sanggar

Selasa, 21 Januari 2020


Sebuah cap dari kerajaan Sanggar yang ditemukan pada arsip nasional (ANRI) ini adalah bukti ekssistensi kerajaan Sanggar abad 18 masehi ketika Raja Maulana Sulaiman.

Festival Keraton Masyarakat Adat Asean IV Polima

Kamis, 24 Oktober 2019

Salam silaturrahim kami sampaikan, semoga dalam menjalankan semua aktivitas kita selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT, aamiin.

Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Festival Keraton Masyarakat Adat Asean IV Polima, yang bertempat di kota Bau-Bau. Kami keluarga besar Kerajaan Sanggar, Nusa Tenggara Barat. Dengan ini sangat berterima kasih atas undangannya dan Insya Allah akan menghadiri.

Educamp (piknik produktif) di Sanggar

Kamis, 12 Juli 2018


Setelah workshop indoor dan tracking ke beberapa lokasi cagar/situs sanggar. Selanjutnya sessions outdoor yaitu educamp di pantai Kaniki, Desa Boro, sanggar.

Ethnotourism Sanggar

Rabu 20 Juni kemarin Komunitas Kalikuma menghadiri acara Workshop Budaya dengan tema besar "Penguatan Literasi Budaya Bagi Kalangan Muda Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.
Tak ingin ketinggalan moment, Kamipun mengunjungi dan melihat sisa-sisa Peninggalan Sejarah Kerajaan Sanggar yang di abadikan di museum daerah setempat.

Situs Rade Nae, Penguatan pemuda desa melalui literasi budaya, selama dua hari dimulai dari Sanggar, caring and sharing pada pemuda sanggar, dari culture, historiografi hingga artefak tracking bersama.
Dan setelah acara workshopnya selesai, kamipun melanjutkanya dengan camping disalah satu pantai wilayah sanggar yang begitu indah dan tenang. "Liburan yang sangat Produktif".

Punti Moro "Sumur Keajaiban"

Kemarin rombongan workshop berkesempatan mengunjungi sumur mata air di desa kore, Sanggar. Namanya punti Moro yang berarti pisang obat. Kenapa dinamakan demikian, karena dahulu mata air ini dikelilingi oleh pohon pisang.

Foto Peserta Literasi Budaya Sanggar, kerjasama UIN Mataram dan Alamtara

Air yg berasal dari sumur ini diyakini pengobat luka. Pada masa silam sumur ini digunakan oleh pasukan sanggar untuk mengobati luka mereka ketika pulang berperang. Seperti yg dijelaskan oleh pak Kamil, narasumber workshop bahwa hingga kini air ini tetap dibawa oleh pemuda sanggar yg akan merantau menggunakan botol.

Bendera Kerajaan Sanggar

Bendera peninggalan Kerajaan Sanggar

Bendera Sanggar salah satu bukti eksisnya kerajaan tersebut. pada bendera terdapat lafadz Al-Quran, dan sekarang tersimpan di Museum NTB.

Tengke, Tempat Raja-Raja Sanggar Berburu

Kamis, 03 Mei 2018

Suara gonggongan anjing-anjing pemburu terdengar dari dalam hutan Boro dan teriakan para Panggawa yang sedang menggiring segerombolan rusa-rusa yang berlarian dari gunung Boro untuk menuju sebuah bukit yang bernama Tengke, setelah semua rusa di giring oleh anjing di tengah bukit maka berlarilah mereka menuruni Tengke menuju pantai hingga masuk kedalam laut, di pantai beberapa orang bertombak bertugas untuk menombaki rusa jantan besar yang akan keluar dari dalam laut, saat berburu hanya rusa jantan besar yang boleh di bunuh. Pada bagian Tengke sebelah timurnya di So Wadu para Raja, pembesar istana beserta tamunya duduk sambil menonton perburuan yang sedang dilaksanakan di Tengke.


Kisah diatas diceritakan oleh Bapak Aswat, salah satu penduduk Loka, Desa Boro, Kecamatan Sanggar. Masih segar ingatannya serta melihat langsung tradisi perburuan di Tengke yang berlangsung sejak zaman dahulu hingga tahun 1980-an yang hanya bisa diadakan setahun sekali. Waktu kecilnya Bapak Aswat sering menonton kegiatan berburu Tengke dikala Sanggar kedatangan kunjungan Bupati dan pejabat lainnya, tradisi perburuan di Tengke dilakukan hanya ketika kedatangan tamu istimewa. Rusa dengan tandu yang besar bergerombol turun ke pantai hingga masuk kelaut karena digiring oleh anjing, kisah Bapak Aswat.

 
sanggar © 2012 | Designed by Bubble Shooter, Wisata Tentang Sanggar , Silsillah and Budaya dan Sejarah